Selasa, 17 April 2012

INI CERITA HIDUPKU

Dalam hidup banyak kejadian-kejadian yang sangat terkesan atau paling diingat mulai dari kebahagian, kesedihan, kemarahan, kebencian, kebosanan dan masih banyak lagi. Dalam hidupku sendiri hal yang tidak bisa aku lupakan hanya ada 2 kejadian yang sangat penting, entah itu menyedihkan atau menyenangkan. kejadian pertama yang membuat aku terharu di saat kakak ku yang bernama UNTUNG SUGIARTO wisuda S1, karna pada saat kakak wisuda saat itu ada bapak dan mamaku yang sangat bangga melihat kakakku lulus kuliah dan aku melihat pancaran mata mereka sangat bahagia dan bangga. kejadian yang kedua yang membuat aku sedih,terpuruk dan hancur, saat bapakku pergih meninggalakan aku, mamaku, dan kakakku untuk selamanya. Hari itu tepat pada tanggal 18 maret 2011 malam aku,kakakku dan temanku membawa beliau kerumah sakit. saat itu beliau langsung dilarikan ke ruanga ICU dan saat malam itu juga untuk terakhir kalinya aku masih bisa mendengar beliau bicara. keesokan paginya saat aku melihat beliau aku sudah tidak bisa mendengar suara dari beliau, terlalu banyak selang yang ada dimulut,hidung,tangan, dan badannya. satusatunya cara berkomunikasi haanya dengan mengedipkan kelopak mata belia. 2 hari beliau bertahan untuk menunggu kehadiran mamaku yang sedang dalam perjalanan pulang dari dines kerjanya. ketika hari itu datang mama datang kerumah sakit, tidak sampai sehari mama menemani tepat pada tanggal 21 April 2011 pukul 03.45 beliau pergih meninggalkan kita semua. dah hal yang paling aku ingat dalam hidupku saat terakhir aku berbisik dan bertanya apakah bapak sayang sama aku? dan dia berkedip 2 kali dan itu artinya beliau sayang sama aku. dan aku bertanya apakah bapak kuat bapak mampu bertahan buat nemenin aku? tapi beliau tidak berkedip yang artinya beliau sudah tidak kuat. Selamat jalan bapakku sampai kapan pun aku akan selalu mengingatmu, menyayangimu, merindukanmu. Dan semoga suatu saat nanti kita akan akan berkumpul kembali dengan mu di suatu tempat yang indah. Bapak aku sayang bapak semoga bapak tenang di sisi ALLAH SWT. AMIN
Bertambahnya Kawasan Kumuh dan Peremajaan Kota

Biro Pusat Statistik melaporkan pada tahun 2010 penduduk miskin di perkotaan mencapai 9.87 persen. Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Di kawasan perkotaan, masalah kemiskinan sering kali dikaitkan dengan permukiman kumuh dimana penduduk miskin tinggal. Permukiman kumuh ditemui hampir di setiap sudut kota di Indonesia. Keluhan yang paling sering disampaikan mengenai permukiman kumuh tersebut adalah buruknya kualitas lingkungan yang dianggap sebagai bagian kota yang mesti disingkirkan.



Harian ini (14 Oktober 2010) melaporkan luas kawasan kumuh di kawasan Jabodetabek pada tahun 2009 mencapai 20.000 ha. Luas kawasan kumuh di Jabodetabek mencapai 35 persen dari total kawasan kumuh di Indonesia. Kawasan kumuh ini akan terus bertambah seiring dengan tingginya laju urbanisasi di kawasan Jabodetabek. Pendekatan konvensional yang paling populer adalah menggusur permukiman kumuh dan kemudian diganti oleh kegiatan perkotaan lainnya yang dianggap lebih bermartabat. Cara seperti ini yang sering disebut pula sebagai peremajaan kota bukanlah cara yang berkelanjutan untuk menghilangkan kemiskinan dari perkotaan.


Kemiskinan dan kualitas lingkungan yang rendah adalah hal yang mesti dihilangkan tetapi tidak dengan menggusur masyarakat telah bermukim lama di lokasi tersebut. Menggusur adalah hanya sekedar memindahkan kemiskinan dari lokasi lama ke lokasi baru dan kemiskinan tidak berkurang. Bagi orang yang tergusur malahan penggusuran ini akan semakin menyulitkan kehidupan mereka karena mereka mesti beradaptasi dengan lokasi permukimannya yang baru. Peremajaan kota ini menciptakan kondisi fisik perkotaan yang lebih baik tetapi sarat dengan masalah sosial. Kemiskinan hanya berpindah saja dan masyarakat miskin yang tergusur semakin sulit untuk keluar dari kemiskinan karena akses mereka terhadap pekerjaan semakin sulit.



Berkurangnya Ruang Terbuka Hijau

Tingginya laju urbanisasi juga menyebabkan tingginya permintaan terhadap lahan untuk menampung kegiatan perkotaan termasuk perkantoran, jasa, perdagangan, hotel dan perumahan. Kawasan ruang terbuka hijau merupakan “korban” dari konversi lahan untuk kegiatan perkotaan. Pada tahun 1965, kawasan ruang terbuka hijau mencakup lebih dari 35% dari luas wilayah Jakarta dan jumlah ini terus berkurang seiring dengan tuntutan ruang akibat laju urbanisasi. Pada saat ini, kawasan ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta adalah sekitar 9.3% dari luas wilayah Jakarta.



Rencana Induk Jakarta 1965-1985 menetapkan luas RTH sebanyak 27,6 persen dari luas total DKI Jakarta. Persentase ini menurun terus pada rencana tata ruang berikutnya, yaitu Rencana Umum Tata Ruang Jakarta 1985-2005 (26.1 persen) and Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta 2000-2010 (13,9 persen). Penurunan luas RTH dalam ketiga rencana tata ruang kota Jakarta tersebut menunjukkan ketidakmampuan pemerintah DKI Jakarta untuk mempertahankan RTH sebagai komponen penting dalam ruang kota. Hal ini diakibatkan lemahnya penegakan rencana tata ruang dan tingginya permintaan lahan perkotaan untuk mewadahi tingginya laju urbanisasi.



Konversi RTH dan kawasan resapan resapan air menjadi kawasan terbangun seringkali disebut sebagai penyebab terjadinya banjir yang setiap tahun melanda Jakarta. Berkurangnya RTH juga ditengarai yang menyebabkan terjadinya penurunan permukaan tanah (land subsidence) di Jakarta. Mengingat Jakarta perlu segera membenahi dan mengembalikan RTH. Proporsi RTH di Jakarta saat ini masih jauh dari target RTH menurut RTRW 2010 (13.94 persen) atau bahkan target yang ditetapkan dalam UU Penataan Ruang 26/2007 sebesar 30 persen dari total wilayah.



Menuju Pembangunan Kota yang Berkelanjutan

Urbanisasi adalah penggerak roda perekonomian dan pembangunan kota. Tingginya laju urbanisasi tidak mesti menyebabkan masalah bagi pemerintah kota. Kondisi tersebut tidak terjadi di Jabodetabek mengingat tingginya urbanisasi ini disebabkan pula oleh migrasi penduduk miskin pedesaan di Jawa ke Jabodetabek. Biro Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk miskin di pedesaan sebanyak 16.56 persen pada tahun 2010. Angka ini hampir dua kali lipat jumlah penduduk miskin di perkotaan.



Kawasan perkotaan dijadikan tujuan bagi para penduduk miskin pedesaan di Jawa untuk keluar dari kemiskinan. Sementara itu, pemerintah kota tidak siap untuk menampung para migran dari pedesaan ini. Hal inilah yang memacu perkembangan kawasan kumuh di perkotaan khususnya di Jabodetabek. Jalan terbaik untuk mengerem perkembangan kawasan kumuh di perkotaan adalah menggalakkan pembangunan di pedesaan misalnya pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan produktivitas petani di pedesaan. Meningkatnya produktivitas pertanian di pedesaan akan meningkatkan kesejahteraan penduduk pedesaan dan secara tidak langsung akan mengerem laju migrasi penduduk desa ke kota.



Cara untuk mengatasi kawasan kumuh di kawasan perkotaan adalah tidak dengan menggusurnya. Penggusuran hanyalah menciptakan masalah sosial perkotaan yang semakin akut dan pelik. Penggusuran atau sering diistilahkan sebagai peremajaan kota adalah cara yang tidak berkelanjutan dalam mengatasi kemiskinan. Masyarakat miskin adalah salah satu komponen dalam komunitas perkotaan yang mesti diberdayakan dan bukannya digusur. Solusi yang berkelanjutan untuk mengatasi kemiskinan dan permukiman kumuh di perkotaan adalah pemberdayaan masyarakat miskin dan bukanlah penggusuran. Penelitian yang pernah dilakukan oleh Winayanti dan Lang (2004) dan Rukmana (2007) menunjukkan bahwa perbaikan kawasan kumuh melalui pendekatan berbasis masyarakat (community-based development) dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan kumuh.



Mengenai berkurangnya RTH di Jakarta, Pemerintah DKI Jakarta mesti mengembalikan RTH yang telah terkonversi menjadi kawasan terbangun. Apa yang telah dilakukan oleh Pemda DKI dengan mengembalikan fungsi RTH pada 27 pom bensin pada akhir tahun 2009 lalu adalah langkah yang sangat patut dihargai dan terus dilanjutkan di masa-masa mendatang. RTH merupakan komponen penting dalam ruang kota yang dapat mencegah beragam bencana seperti banjir ataupun penurunan permukaan tanah.



Alternatif lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingginya urbanisasi di Jabodetabek adalah mengembangkan kawasan perkotaan lainnya di Indonesia untuk mengimbangi daya tarik Jabodetabek. Perlu terdapat kawasan perkotaan lainnya yang dapat menjadi penyeimbang Jabodetabek. Wacana pemindahan ibukota keluar Jakarta adalah juga salah satu alternatif penting yang perlu dipertimbangkan untuk mengurangi urbanisasi di Jakarta dan sekitarnya.

Selasa, 27 Maret 2012

salam rindu untuk ayah

tak terasa telah begitu lama engkau pergih
tapi seperti masih tdi pagi engkau usap rambut ku
saat aku jadi anak tersayangmu
kini tinggalah kenanggan yang tersisa
ayah andai engkau bisa dengar suara ku
di sini aku masih mengiginkan mu
rindu saat kau peluk aku
rindu saat kau usap rambut kutapi kini tinggal hanya bayangan wajah mu
yang selalu ku simpan dalam hati
terimalah salam rindu ku wahai ayah ku
untuk menemani mu di alam yang tenang itu.

Jumat, 23 Maret 2012

tenses

1. Present Tense (Waktu Sekarang)

a. Simple Present Tense (Waktu Sekarang Sederhana)

Rumus :

+ } S + V1 + O/C

- } S + Do/does + not + V1 + O/C

? } Do/does + S + V1 + O/C

Example :

+ } Sisca Reads book everyday

- } Sisca does not Read book everyday

? } does Sisca Read book everyday

Yes He does / No He does not (doesn’t)

For I, We, You, They = do

He, She, It = Does

Contoh kalimat :

(+) She is a new people here.

(+) He plays football every morning

(-) She isn’t a new people here.

(-) He does not playing football every morning.

(?) Is she a new people here?

(?) How playing football every morning?

b. Present Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sekarang)

Menerangkan suatu perbuatan yabg sedang berlangsungpada waktu sekarang.

Rumus :

+ } S + Be + V1 + ing + O/C            >>           + } They are playing badmintoon now

- } S + Be + not + V1 + ing + O/C >>           – } They are not playing badmintoon now

? } Be + S + V1 + ing + O/C            >>           ? } Are they palaying badmintoon now ?

Yes They are / no they are not

For I = am

They, we, you = are

He, She, It = Is

Contoh dalam kalimat :

(+) He is playing badminton now

(-) He isn’t playing badminton now.

(?) Is he playing badminton now.

c. Present Perfect Tense (Waktu Sempurna Sekarang)

Rumus :

subject+auxiliary verb+main verb

Contoh :

(+) you have eaten mine.

(-) she has not been to Rome

(?) have you finished?

d. Present Perfect Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sempurna Sekarang)

Rumus :

(+): S + have/has + been + Ving
(-): S + have/has + not + been + Ving
(?): Have/has + S + been + Ving

Contoh :

(+) She has been going to Malang since evening.

(+) We have been riding a horse for three days

(-) She hasn’t been going to Malang since evening.

(-) We haven’t been riding a horse for three days.

(?) Has she been going to Malang ?

(?) Have He been riding a horse for three days ?

2. Past Tense (Waktu Lampau)

a. Simple Past Tense (Waktu Lampau Sederhana)

Rumus :

+} S+Be+Was/Were+O/C

-} S+Be+Was/Were+not+O/C

?} Be+Was/Were+ S+O/C

Example :

+} We were at school yesterday

-} We were not at school yesterday

?} were we at school yesterday ?

For I, He, She, It = Was

They, we, you = were

Contoh :

(+) I saw a good film last night

(+) He came here last month

(-) I saw not a good film last night

(-) He came not last month

(?) Saw I a good film last night

(?) Came He here last month

b. Past Continuous Tense (Waktu Berlangsung Lampau)

Rumus :

(+): S + was/were + Ving
(-): S + was/were + NOT + Ving
(?): Was/Were + S + Ving

Contoh :

(+) He was watching television all afternoon last week

(+) They were talking about sport when I met him

(-) He wasn’t watching television all afternoon last week

(-) They weren’t talking about sport when I met him

(?) Was He watching television all afternoon last week

(?) Were they talking about sport when I met him

c. Past Perfect Tense (Waktu Sempurna Lampau)

Rumus :

subject+auxiliary verb HAVE+main verb

(+): S + had + V3
(-): S + had + not + V3
(?): Had + S + V3

Contoh :

(+) When my brother arrived , I had painted my motor cycle

(+) The ship had left before I arrived

(-) When my brother arrived , I hadn’t painted my motor cycle

(-) The ship hadn’t left before I arrived

(?) Had I my motor cycle , when my brother arrived ?

(?) Had the ship left before I arrived?

d. Past Perfect Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sempurna Lampau)

Rumus :

subject+auxiliary verb HAVE+auxiliary verb BE+main verb

Contoh :

(+) They had been living there for two month

(+) When they washed my drees , your father had been playing badminton

(-) They hadn’t been living there for two month

(-) When they washed my dress , your father hadn’t been playing badminton

(?) Had they been living there for two month?

(?) When they washed my dress , had your father been playing badminton ?

Rabu, 04 Januari 2012

Menyoal Etika Bisnis Freeport

Menyoal Etika Bisnis Freeport

BAB I

LATAR BELAKANG

1.1 latar belakang masalah

PT. Freeport Indonesia adalah sebuah perusahaan pertambangan yang mayoritas sahamnya dimiliki Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.. Perusahaan ini adalah pembayar pajak terbesar kepada Indonesia dan merupakan perusahaan penghasil emas terbesar di dunia melalui tambang Grasberg. Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di dua tempat di Papua, masing-masing tambang Erstberg (dari 1967) dan tambang Grasberg (sejak 1988), di kawasan Tembaga Pura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.Freeport berkembang menjadi perusahaan dengan penghasilan 2,3 miliar dolar AS. Menurut Freeport, keberadaannya memberikan manfaat langsung dan tidak langsung kepada Indonesia sebesar 33 miliar dolar dari tahun 1992–2004. Angka ini hampir sama dengan 2 persen PDB Indonesia. Dengan harga emas mencapai nilai tertinggi dalam 25 tahun terakhir, yaitu 540 dolar per ons, Freeport diperkirakan akan mengisi kas pemerintah sebesar 1 miliar dolar.Mining In­terna­tio­nal, sebuah majalah per­da­­ga­ngan, menyebut tambang emas Free­­port sebagai yang ter­be­­sar di du­­­nia.Pada tahun 2003 Freeport Indonesia mengaku bahwa mereka telah membayar TNI untuk mengusir para penduduk setempat dari wilayah mereka. Menurut laporan New York Times pada Desember 2005, jumlah yang telah dibayarkan antara tahun 1998 dan 2004 mencapai hampir 20 juta dolar AS. Freeport Indonesia sering dikabarkan telah melakukan penganiayaan terhadap para penduduk setempat. Pada Tahun 2011 seorang buruh bernama Petrus Ajam Seba seorang buruh di PT. Freeport terbunuh. Menurut karyawan dan bekas karyawan Freeport, selama bertahun-tahun James R Moffett, seorang ahli geologi kelahiran Louisiana, yang juga adalah pimpinan perusahaan ini, dengan tekun membina persahabatan dengan Presiden Soeharto, dan kroni-kroninya. Ini dilakukannya untuk mengamankan usaha Freeport. Freeport membayar ongkos-ongkos mereka berlibur, bahkan biaya kuliah anak-anak mereka, termasuk membuat kesepakatan-kesepakatan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.Surat-surat dan dokumen-dokumen lain yang diberikan kepada New York Times oleh para pejabat pemerintah menunjukkan, Kementerian Lingkungan Hidup telah berkali-kali memperingatkan perusahaan ini sejak tahun 1997, Freeport melanggar peraturan perundang-undangan tentang lingkungan hidup. Menurut perhitungan Freeport sendiri, penambangan mereka dapat menghasilkan limbah/bahan buangan sebesar kira-kira 6 miliar ton (lebih dari dua kali bahan-bahan bumi yang digali untuk membuat Terusan Panama. Kebanyakan dari limbah itu dibuang di pegunungan di sekitar lokasi pertambangan, atau ke sistem sungai-sungai yang mengalir turun ke dataran rendah basah, yang dekat dengan Taman Nasional Lorentz, sebuah hutan hujan tropis yang telah diberikan status khusus oleh PBB.Sebuah studi bernilai jutaan dolar tahun 2002 yang dilakukan Parametrix, perusahaan konsultan Amerika, dibayar oleh Freeport dan Rio Tinto, mitra bisnisnya, yang hasilnya tidak pernah diumumkan mencatat, bagian hulu sungai dan daerah dataran rendah basah yang dibanjiri dengan limbah tambang itu sekarang tidak cocok untuk kehidupan makhluk hidup akuatik. Laporan itu diserahkan ke New York Times oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. New York Times berkali-kali meminta izin kepada Freeport dan pemerintah Indonesia untuk mengunjungi tambang dan daerah di sekitarnya karena untuk itu diperlukan izin khusus bagi wartawan. Semua permintaan itu ditolak. Freeport hanya memberikan respon secara tertulis. Sebuah surat yang ditandatangani oleh Stanley S Arkin, penasihat hukum perusahaan ini menyatakan, Grasberg adalah tambang tembaga, dengan emas sebagai produk sampingan, dan bahwa banyak wartawan telah mengunjungi pertambangan itu sebelum pemerintah Indonesia memperketat aturan pada tahun 1990-an.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 KASUS PT FREEPORT

Ada sinyal kuat bahwa memang telah terjadi distorsi etika dan pelanggaran kemanusiaan yang hebat di Papua. Martabat manusia yang seharusnya dijunjung tinggi, peradaban, kebudayaan, sampai mata rantai penghidupan jelas-jelas dilanggar. Ketika sistematika kehidupan yang sangat drastis tersebut sudah tidak bisa lagi ditahan, ledakan kemarahan komunitas itu terjadi (Hutchins, M.J., et.al., 2007).
Itu adalah fakta keteledoran pemerintah yang sangat berat karena selama ini bersikap underestimate kepada rakyat Papua. Gagasan mendapatkan kesejahteraan dengan intensifikasi industrialisasi nyata-nyata gagal.
Ironisnya, Freeport sebagai representasi hegemoni peradaban industrialisasi modern yang terkenal dengan implementasi konsep menghargai heterogenitas dan diversitas (Velasquez, M.G., 2006), rupa-rupanya, hanya jargon belaka. Dua kali pekerja Freeport melakukan aksi mogok kerja sejak Juli untuk menuntut hak normatifnya soal diskriminasi gaji, namun dua kali pula harus beradu otot.
Mogoknya hampir seluruh pekerja PT Freeport Indonesia (FI) tersebut disebabkan perbedaan indeks standar gaji yang diterapkan oleh manajemen pada operasional Freeport di seluruh dunia. Pekerja Freeport di Indonesia diketahui mendapatkan gaji lebih rendah daripada pekerja Freeport di negara lain untuk level jabatan yang sama. Gaji sekarang per jam USD 1,5–USD 3. Padahal, bandingan gaji di negara lain mencapai USD 15–USD 35 per jam. Sejauh ini, perundingannya masih menemui jalan buntu. Manajemen Freeport bersikeras menolak tuntutan pekerja, entah apa dasar pertimbangannya.
Kestabilan siklus operasional Freeport, diakui atau tidak, adalah barometer penting kestabilan politik koloni Papua. Induksi ekonomi yang terjadi dari berputarnya mesin anak korporasi raksasa Freeport-McMoran tersebut di kawasan Papua memiliki magnitude luar biasa terhadap pergerakan ekonomi kawasan, nasional, bahkan global.
Ketika kaum separatis yang sudah teridentifikasi, seperti kelompok Papua Barat, melihat kisruh Freeport, momen itu adalah entry point paling tepat untuk mengirimkan pesan. Kekacauan makin menjadi karena masih banyak kelompok klandestin yang belum bisa diidentifikasi dan itu malah memperburuk situasi.
Tewasnya tiga pekerja Freeport oleh penembak tidak dikenal (14/10/11) adalah bukti bahwa ada pihak yang sedang bermain di air keruh. Teror penembakan masih berlangsung. Lalu, pada Jumat (21/10/11) tiga pekerja lain juga tewas oleh penembak tidak dikenal di km 38 dan km 39. Aloysius Margono, paman politikus Roy Suryo, yang berasal dari Sleman, tewas bersama Yunus dan Eto pada hari yang sama.

Ironi MNC

Melihat portofolio PT FI yang merupakan business unit dari Freeport-McMoran yang berpusat di Phoenix, Arizona, AS, itu, sebetulnya tidak ada alasan timbulnya dispute pekerja dan manajemen hanya karena persoalan normatif. Berdasar rilis resmi Freeport-McMoran, AS, keuntungan bersih triwulan pertama tahun ini korporasi dengan kode bursa FCX tersebut naik 67 persen jika dibandingkan dengan raihan dari periode sama tahun lalu yang sebesar USD 897 juta.
Produksi emas yang tercatat mencapai 18 ton per tahun. Namun, kandungan emas yang terikut ketika menambang tembaga diukur oleh Gold Fields Mineral Services (GFMS, 2011) dapat menghasilkan 100 ton lebih. Kini harga emas melejit sampai USD 1.637 per troy ons. Dengan demikian, pertambahan revenue PT FI paling tidak USD 1,6 miliar, belum termasuk hasil tambang tembaga dan lainnya.
Bisnis Freeport memang tidak hanya berada di Indonesia. Namun, deposit tambang Indonesia tercatat terbesar dari seluruh wilayah eksplorasi Freeport di seluruh dunia. Ada empat basis operasi Freeport, yakni Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, dan Indonesia. Volume deposit tambang di ladang Grasberg, Papua, saat ini 2,7 miliar metrik ton dan ditambang untuk menghasilkan bijih tembaga 240 ribu ton per hari. Kondisi tersebut memberikan garansi yang baik untuk Freeport di mata pemegang sahamnya dan membuat harga sahamnya selalu diburu.
Sebagai perusahaan berlabel MNC (multinational company) yang otomatis berkelas dunia, apalagi umumnya korporasi berasal dari AS, pekerja adalah bagian dari aset perusahaan. Menjaga hubungan baik dengan pekerja adalah suatu keharusan. Sebab, di situlah terjadi hubungan mutualisme satu dengan yang lain. Perusahaan membutuhkan dedikasi dan loyalitas agar produksi semakin baik, sementara pekerja membutuhkan komitmen manajemen dalam hal pemberian gaji yang layak.
Tidak dapat disangkal, peran pekerja dari Indonesia terbukti memberikan dampak positif terhadap keseluruhan kinerja dan image Freeport. Jika melihat hal tersebut, sungguh manajemen PT FI dan BOD Freeport telah berlaku diskriminatif terhadap tenaga kerja Indonesia. Itu tidak boleh dibiarkan.
Kini goodwill manajemen PT FI diuji. Itu juga menjadi ujian komitmen BOD Freeport-McMoran secara keseluruhan. Apakah masih menjunjung tinggi etika bisnis internasional atau hanya berprinsip seperti perusahaan kelas teri yang mengais benefit dari koin eceran gaji pekerja yang remeh-temeh.

Langgar Etika

Pemerintah dalam hal ini pantas malu. Sebab, hadirnya MNC di Indonesia terbukti tidak memberikan teladan untuk menghindari perselisihan soal normatif yang sangat mendasar. Kebijakan dengan memberikan diskresi luar biasa kepada PT FI, privilege berlebihan, ternyata sia-sia.
Berkali-kali perjanjian kontrak karya dengan PT FI diperpanjang kendati bertentangan dengan UU Nomor 11/1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan dan sudah diubah dengan UU Nomor 4/2009 tentang Minerba. Alasan yang dikemukakan hanya klasik, untuk menambah kocek negara. Padahal, tidak terbukti secara signifikan sumbangan PT FI benar-benar untuk negara. Kalimat yang lebih tepat, sebetulnya, sumbangan Freeport untuk negara Amerika, bukan Indonesia.
Justru negara ini tampak dibodohi luar biasa karena PT FI berizin penambangan tembaga, namun mendapat bahan mineral lain, seperti emas, perak, dan konon uranium. Bahan-bahan itu dibawa langsung ke luar negeri dan tidak mengalami pengolahan untuk meningkatkan value di Indonesia. Ironisnya, PT FI bahkan tidak listing di bursa pasar modal Indonesia, apalagi Freeport-McMoran sebagai induknya.
Keuntungan berlipat justru didapatkan oleh PT FI dengan hanya sedikit memberikan pajak PNBP kepada Indonesia atau sekadar PPh badan dan pekerja lokal serta beberapa tenaga kerja asing (TKA). Optimis penulis, karena PT FI memiliki pesawat dan lapangan terbang sendiri, jumlah pasti TKA itu tidak akan bisa diketahui oleh pihak imigrasi.
Biaya CSR kepada sedikit rakyat Papua yang digembor-gemborkan itu pun tidak seberapa karena tidak mencapai 1 persen keuntungan bersih PT FI. Malah rakyat Papua membayar lebih mahal karena harus menanggung akibat berupa kerusakan alam serta punahnya habitat dan vegetasi Papua yang tidak ternilai itu. Biaya reklamasi tersebut tidak akan bisa ditanggung generasi Papua sampai tujuh turunan. Selain bertentangan dengan PP 76/2008 tentang Kewajiban Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan, telah terjadi bukti paradoksal sikap Freeport (Davis, G.F., et.al., 2006).
Itu tentu saja ironi kepada pemerintah negeri ini karena memberikan kebijakan keliru dengan memilih model industrialisasi membabi buta. Di sisi lain, patut dipertanyakan komitmen PT FI serta goodwill Freeport-McMoran secara keseluruhan terhadap alam, masyarakat Papua, dan kalangan pekerja Indonesia. Tampak baik dengan berpura-pura menjadi Sinterklas, padahal hak dasar pekerja sendiri diabaikan

BAB III

KESIMPULAN

3.1 KESIMPULAN

Dari uraraian di atas telah terbukti bahwa PT. Freeport telah melakukan pelanggaran terhadap Martabat manusia yang seharusnya dijunjung tinggi, peradaban, kebudayaan, sampai mata rantai penghidupan jelas-jelas dilanggar oleh PT. Freeport, karena sudah dua kali seluruh karyawan melakukan mogok kerja.

3.2 SARAN

Jadi pemerintah harus lebih tegas lagi dalam mengatur peraturan perundang – undangan tentang mendirikan sebuah pabrik contohnya PT Freeport, agar tidak terjadi lagi tentang distorsi etika dan pelanggaran kemanusiaan di Indonesia dan khususnya di daerah Papua.

Selasa, 01 November 2011

Prinsip-prinsip etika bisnis


Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang harus ditempuh perusahaan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya dan harus dijadikan pedoman agar memiliki standar baku yang mencegah timbulnya ketimpangan dalam memandang etika moral sebagai standar kerja atau operasi perusahaan. Muslich (1998: 31-33) mengemukakan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut:

  1. Prinsip otonomi
    Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya.
  1. Prinsip kejujuran
    Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan, maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut.
  1. Prinsip tidak berniat jahat
    Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu.
  1. Prinsip keadilan
    Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. Contohnya, upah yang adil kepada karywan sesuai kontribusinya, pelayanan yang sama kepada konsumen, dan lain-lain.
  1. Prinsip hormat pada diri sendiri
Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat jahat dan prinsip keadilan.

Masalah pokok dalam etika bisnis


INOVASI, PERUBAHAN DAN LAPANGAN KERJA
Aspek bisnis yang paling menimbulkan pertanyaan menyangkut etika adalah inovasi dan perubahan. Sering terjadi tekanan untuk berubah membuat perusahaan atau masyarakat tidak mempunyai pilihan lain. Perusahaan harus menanam modal pada mesin dan pabrik baru yang biasanya menimbulkan masalah karena ketidakcocokan antara keahlian tenaga kerja yang dimiliki dan yang dibutuhkan oleh teknologi baru. Sedangkan perusahaan yang mencoba menolak perubahan teknologi biasanya menghadapi ancaman yang cukup besar sehingga memperkuat alasan perlunya melakukan perubahan. Keuntungan ekonomis dari inovasi dan perubahan biasanya digunakan sebagai pembenaran yang utama.
Sayangnya biaya sosial dari perubahan jarang dibayar oleh para promotor inovasi. Biaya tersebut berupa hilangnya pekerjaan, perubahan dalam masyarakat, perekonomian, dan lingkungan. Biaya-biaya ini tak mudah diukur. Tantangan sosial yang paling mendasar berasal dari masyarakat yang berdiri di luar proses. Dampak teknologi baru bukan mustahil tak dapat diprediksi. Kewaspadaan dan keterbukaan yang berkesinambungan merupakan tindakan yang penting dalam usaha perusahaan memenuhi kewajibannya.
Dampak inovasi dan perubahan terhadap tenaga kerja menimbulkan banyak masalah dibanding aspek pembangunan lainnya. Banyak pegawai menganggap inovasi mengecilkan kemampuan mereka. Hal ini mengubah kondisi pekerjaan serta sangat mengurangi kepuasan kerja. Perusahaan mempunyai tanggung jawab yang lebih besar untuk menyediakan lapangan kerja dan menciptakan tenaga kerja yang mampu bekerja dalam masa perubahan. Termasuk di dalamnya adalah
mendukung, melatih, dan mengadakan sumber daya untuk menjamin orang-orang yang belum bekerja memiliki keahlian dan dapat bersaing untuk menghadapi dan mempercepat perubahan.

PASAR DAN PEMASARAN
Monopoli adalah contoh yang paling ekstrem dari distorsi dalam pasar. Ada banyak alasan untuk melakukan konsentrasi industri, misal, meningkatkan kemampuan berkompetisi, memudahkan permodalan, hingga semboyan “yang terkuat adalah yang menang”. Penyalahgunaan kekuatan pasar melalui monopoli merupakan perhatian klasik terhadap bagaimana pasar dan pemasaran dilaksanakan. Kecenderungan untuk berkonsentrasi dan kekuatan nyata dari perusahaan raksasa harus dilihat secara hati-hati.
Banyak kritik diajukan pada aspek pemasaran, misal, penyalahgunaan kekuatan pembeli, promosi barang yang berbahaya, menyatakan nilai yang masih diragukan, atau penyalahgunaan spesifik lain, seperti iklan yang berdampak buruk bagi anak-anak. Diperlukan kelompok penekan untuk mengkritik tingkah laku perusahaan. Negara pun dapat menentukan persyaratan dan standar.

PENGURUS DAN GAJI DIREKSI
Unsur kepengurusan adalah bagian penting dari agenda kebijaksanaan perusahaan karena merupakan kewajiban yang nyata dalam bertanggungjawab terhadap barang dan dana orang lain. Perusahaan wajib melaksanakan pengurusan manajemen dengan tekun atas semua harta yang dipertanggungjawabkan pada pemberi tugas. Tugas terutama berada pada pundak direksi yang diharapkan bertindak loyal, dapat dipercaya, serta ahli dalam menjalankan tugasnya. Mereka tidak boleh menyalahgunakan posisinya. Mereka bertanggung jawab pada perusahaan juga undang-undang. Dalam hal ini auditing memegang peranan penting dalam mempertahankan stabilitas antara kebutuhan manajer untuk menjalankan tugasnya dan hak pemegang saham untuk mengetahui apa yang sedang dikerjakan para manajer. Perdebatan mengenai gaji direksi terjadi karena adanya ketidakadilan dalam proses penentuannya, ruang gerak yang dimungkinkan bagi direksi, kurang jelasnya hubungan antara kinerja organisasi dan penggajian, paket-paket tambahan tersembunyi dan kelemahan dalam pengawasan. Tampaknya gaji para direksi meningkat, sementara tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata cenderung menurun, dan nilai saham berfluktuasi. Hal ini menimbulkan kritik dan kesadaran untuk menyoroti kenaikan gaji para eksekutif senior. Informasi dan pembatasan eksternal merupakan unsur penting dalam upaya menyelesaikan penyalahgunaan yang terjadi.

TANTANGAN MULTINASIONAL
Sering terjadi, perusahaan internasional mengambil tindakan yang tak dapat diterima secara lokal. Banyak pertanyaan mendasar bagi perusahaan multinasional, seperti kemungkinan masuknya nilai moral budaya ke budaya masyarakat lain, atau kemungkinan perusahaan mengkesploitasi lubang-lubang perundang-undangan dalam sebuah negara demi kepentingan mereka. Dalam prakteknya, perusahaan internasional mempengaruhi perkembangan ekonomi sosial masyarakat suatu negara. Mereka dapat mensukseskan aspirasi negara atau justru malah membuat frustasi dengan menghambat tujuan nasional. Hal ini meningkatkan kewajiban bagi perorangan maupun industri untuk melaksanakan aturan kode etik secara internal maupun eksternal.